Manajemen SDM
Polisi Baik dan Polisi Jahat Dari Sisi Manajemen Sumber Daya Manusia
I.
Kasus
Dilansir
dari Tirto.id (2017) sepanjang Oktober hingga November 2016 terdapat 101
anggota Polri yang berdinas di Polda ditangkap karena melakukan pungutan liar
dengan melakukan pemerasan bertugas di satlantas hingga pelayanan pembuatan
Surat Izin Mengemudi. Kepala Biro Penerangan
Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan
bahwa tidak ada pemungutan biaya apapun untuk perekrutan anggota Polri. Kemudian
pada Juli hingga Oktober 2017 Mabes Polri
mencatat ada 235 "oknum" di tubuh kepolisian yang melakukan
pemerasan. Data itu diperoleh dari operasi tangkap tangan oleh Polda di hampir
seluruh Indonesia. Paling banyak, pungli dilakukan di Markas Polda Metro
Jakarta Raya.
Dari kasus ini dapat dilihat bahwa masih banyak anggota
kepolisian tidak menjalankan tugasnya sebagaimana yang disebutkan dalam UU No.
2 Tahun 2002 bahwasannya Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki tugas
pokok untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan
memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
II.
Kajian Teori
Human resources management atau
manajemen sumber daya manusia didefinisikan sebagai pendekatan yang strategis
dan koheren untuk pengelolaan suatu organisasi yang paling bernilai, baik
secara individual dan kolektif yang berkontribusi pada pencapaian tujuannya
(Amstrong, 2006). Hal serupa juga dikatakan oleh Haris dan Obgana (2001)
bahwa manajemen sumber daya manusia sebagai program, kebijakan dan praktik
untuk mengelola suatu tenaga kerja organisasi. Sedangkan menurut Beer
(1984) manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan
tindakan manajemen yang mempengaruhi sifat hubungan antara organisasi dan
karyawannya.
Mondy (2013) menyebutkan fungsi-fungsi manajemen sumber daya
manusia yaitu seleksi karyawan, induksi karyawan baru, pelatihan dan pengembangan,
penilaian kinerja, praktik kerja, struktur pekerjaan, menerapkan prosedur displiner
dan memotivasi karyawan.
III.
Metodelogi
Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode
penilitan deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu
gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Melalui penelitian
deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang
menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa
tersebut (Dharma, 2008).
IV.
Analisis
Menuurt penulis, alasan pertama munculnya kasus-kasus
pungutan liar yang dilakukan oleh pihak aparat negara dalam hal ini kepolisian dapat
terjadi karena masih kurangnya kinerja manajemen sumber daya manusia yang kompeten
dalam melakukan proses perekrutan dan penyeleksian calon anggota kepolisian. Proses
seleksi karyawan yang merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia
(Mondy, 2013) dalam memilih calon anggota kepolisian adalah pintu utama untuk
keberlangsungan tugas-tugas kepolisian Indonesia, apabila hal ini tidak dilakukan
dengan baik maka tidak akan baik pula hasilnya. Kemudian alasan lain yang dapat
menyebabkan kasus ini adalah latar belakang dari para anggota kepolisian
tersebut. Bagaimana mereka memaknai pekerjaannya, tugas-tugas dan tanggung
jawabnya di dalam kepolisian republik Indonesia.
Mengacu pada Amstrong (2006) manajemen sumber daya manusia
sebagai pendekatan yang strategis dan koheren untuk pengelolaan suatu organisasi
yang paling bernilai, baik secara individual dan kolektif yang berkontribusi
pada pencapaian tujuannya, manajemen sumber daya manusia di dalam kepolisian Indonesia
dapat melakukan pendekatan-pendekatan, proses seleksi yang lebih ketat,
memberikan penilaian kerja serta pelatihan dan pengembangan kepada anggota
kepolisian.
Kompetensi Manajemen Sumber Daya Manusia
Karakteristik kompetensi biasanya meliputi
kemampuan, pola pikir dan performa yang baik. kompetensi juga biasanya dikenal
sebagai alat keputusan dan bukan sebagai alat untuk bertindak (Gilley, Gilley,
Quatro, & Dixon, 2009). Serupa dengan Amstrong (2006) mendefiniskan
kompetensi sebagai kemampuan dan perilaku yang diharapkan oleh perusahaan yang
merepresentasikan performa bekerja.
Ada beberapa tipe kompetensi, kompetensi perilaku mengacu pada kemampuan
bekerja sama, komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Kompetensi
teknis, mengacu pada kemampuan individu itu sendiri (pengetahuan dan
kemampuan). NVQ/SNVQ kompetensi, mengacu pada standar minimum yang mau dicapai
dan aktivitas yang bisa diobservasi dan diukur. Level kompetensi biasanya juga
merepresentasikan skala dasar dalam diri seseorang untuk berkompetensi
berdasarkan pencapaian yang dicapai (pengetahuan, kemampuan, perilaku, bakat,
dan lain-lain).
Model HR kompetensi dibagi dalam beberapa bagian; talenta, mengacu pada
rencana pekerjaan, ketertarikan dalam suatu bidang, pengembangan karyawan,
manajemen turnover. Performa mengacu pada, keterikatan karyawan, pergantian
managemen, projek managemen dan performa managemen itu sendiri. Kapabilitas
perusahaan, berisi desain perusahaan, efektifitas perusahaan dan pengembangan
perusahaan. Platform, mengacu pada kompensasi, manfaat, kebijakan managemen,
sistem HR dan managemen vendor. Kreditibiltas, mengacu pada fokus bisnis,
pengaruh dan inisiatif (Gilley, Gilley, Quatro, & Dixon, 2009).
Alasan mengapa perusahaan untuk menggunakan kompetensi, pertama mengacu
pada penilaian, pelatihan dan proses personalia lainnya akan membantu
meningkatkan kinerja karyawan; dan kedua, bahwa kompetensi menyediakan sarana
untuk mengartikulasi nilai perusahaan sehingga persyarakat mereka mampu
diwujudkan dalam praktik SDM (Armstrong,
2006).
Sumber:
Armstrong, M.
(2006). A handbook of human resource management practice. Kogan Page Publishers
Beer, M.,
Spector, B. A., Lawrence, P. R., Mills, D. Q., & Walton, R. E.
(1984). Managing human assets.
Simon and Schuster.
Gilley, A., Gilley, J, W., Quatro, S, A., & Dixon, P.
(2009). The praeger handbook of human resource management. USA: Preaeger
Publishers
Harris, L. C.,
& Ogbonna, E. (2001). Strategic human resource management, market
orientation, and organizational
performance. Journal of business research, 51(2),
157-166.
Kependidikan, D. T. (2008). Pendekatan, jenis, dan metode penelitian
pendidikan. Tersedia pada http://lpmpjogja.diknas.go.id/materi/fsp/2009-Pembekalan-Pengawas/25/
Mondy, W, R., & Martocchio,
J, J. (2016). Human resource management (Fourteenth edition). England: Pearson
Education Limited.
Salam, F., Hidayat, R., & Sumandoyo, A. (2017, April 12).
Pungli dan Korupsi di Kepolisian Kita. Retrieved from https://tirto.id/pungli-dan-korupsi-di-kepolisian-kita-cmwK/
Tugas, Fungsi dan Kewenangan Polri. (n.d.). Retrieved from https://humas.polri.go.id/tugas-fungsi-dan-kewenangan-polri/
USA Information
Resources Management Association. (2012). Human
Resources Management: Concepts,
Methodologies, Tools and Applications.
Komentar
Posting Komentar