#PBIII - Human Resources Management (Kasus)
I. Latar Belakang
"Have an Aice Day!. Buatlah harimu sehat dan indah dengan es krim Aice".
Kalimat
di atas adalah slogan dari produk es krim Aice PT. Alpen Food Industry. Berdiri
sejak lima tahun lalu, PT. Alpen Food Industry atau yang biasa disingkat PT.
AFI ini telah meraih beberapa penghargaan, di antaranya sebagai '10 Makanan
Paling Viral 2016' dan 'Excellent Brand
Award 2017'. PT. AFI menyasar konsumen menengah ke bawah,
es krim Aice dijual dengan harga mulai dari Rp.2000 – Rp.10.000. PT AFI bisa
memproduksi es krim hingga 1,8 juta batang perhari yang disalurkan ke seluruh
Indonesia.
Namun dibalik kesuksesan es krim Aice dan
slogan manis have
an Aice day tersebut banyak buruh yang meringis. Dilansir dari
Tirto.id (2017) ada sekitar 644 buruh dari total 1.233 pekerja yang
melakukan mogok sejak awal November 2017 lalu lantaran kondisi lingkungan
pabrik yang mengabaikan hak-hak mereka
Di PT. AFI yang memproduksi es krim Aice,
ketika para buruh bekerja, pipa mesin pendingin es krim kerap bocor. Amonia
tertiup mengisi penuh ruang produksi. Gas alkali tak berwarna itu menguarkan
bau tajam dan khas. Zat kimia yang biasa dipakai untuk bahan pupuk ini sangat
berbahaya, bisa bertahan lebih dari seminggu dalam ruangan. Dampaknya
dapat berupa iritasi pada kulit, mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Banyak buruh yang mengeluhkan hal itu, karna
sangat berdampak pada fisik dan kesehatan mereka yang bisa berakibat dengan
kinerja mereka di dalam pabrik.
Sangat disayangkan juga para buruh tidak
mendapatkan BPJS Kesehatan dari PT. AFI. Acil, salah satu buruhnya mengatakan
bahwa mata kanannya pernah meradang dan bengkak karena tepercik cairan soda
api. PT. AFI tak memberikan pertolongan apa pun meski ia hanya bisa melihat
dengan mata kiri saja saat bekerja. “Izin pulang enggak boleh. Disuruh tidur di musola, besoknya masuk
kerja.” keluhnya. Acil bekerja di bagian tangki penyiapan cokelat.
Sebelum dan ketika produksi berhenti, ia harus mencuci tangki itu. Tanpa sarung
tangan, ia menuangkan berember-ember soda api dan air panas. “Sarung tangan karet kalau ada tamu kunjungan ke
pabrik baru dikasih. Setelah itu diminta lagi,” ucapnya.
Para buruh bekerja tanpa panduan rencana
tanggap darurat. “SOP enggak ada. Briefing keamanan
enggak ada. Saya kerja tanpa tahu bahayanya,” tegas Zaenal salah satu buruh PT
AFI. PT. AFI juga tidak mengadakan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Bahkan kontrak kerja tidak menyebutkan apa pun tentang kompensasi jika para
buruh terjangkit penyakit atau cedera akibat kerja.
Selain permasalahan kesehatan dan keselamatan
buruh yang tidak diutamakan, ada hal lain yang menjadi sorotan yang merugikan
buruh PT. AFI. Para buruh tidak hanya memproduksi 1,8 juta batang es krim
per hari, tetapi tenaga mereka juga diperas untuk melakukan kerja di luar
tanggung jawabnya.
Saat perusahaan memperluas areal pabrik, pada
Oktober 2014 hingga Mei 2015, para buruh diminta bekerja tambahan sebagai kuli
bangunan, dari angkat batu, mengaduk semen, hingga menjebol tembok. Mereka
dibayar Rp50 ribu per hari. Tak ada hari libur atau bahkan
hitungan lembur di hari Sabtu dan Minggu. Dalam sebulan, para buruh es krim
Aice dipaksa masuk berturut-turut selama 25 hari. Sisanya baru mendapatkan
jatah lembur.
II. Kajian Pustaka
Human resources management atau manajemen
sumber daya manusia didefinisikan sebagai pendekatan yang strategis dan koheren
untuk pengelolaan suatu organisasi yang paling bernilai, baik secara individual
dan kolektif yang berkontribusi pada pencapaian tujuannya (Amstrong,
2006). Hal serupa juga dikatakan oleh Haris dan Obgana (2001) bahwa manajemen
sumber daya manusia sebagai program, kebijakan dan praktik untuk mengelola
suatu tenaga kerja organisasi. Sedangkan menurut Beer (1984) manajemen
sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan tindakan manajemen yang
mempengaruhi sifat hubungan antara organisasi dan karyawannya.
Mondy (2016) memaparkan fungsi dari manajamen sumber daya manusia
sebagai berikut:
1. Kepegawaian
(Staffing)
Proses di mana suatu organisasi memastikan bahwa ia selalu
memiliki jumlah karyawan yang tepat dengan keterampilan yang tepat dalam
pekerjaan yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Pengembangan
SDM (HR Development)
Fungsi utama HRM tidak hanya terdiri dari pelatihan dan
pengembangan tetapi juga perencanaan karir individu dan kegiatan pengembangan,
pengembangan organisasi, dan manajemen kinerja dan penilaian.
3. Manajemen
Kinerja (Performance Management)
Proses yang berorientasi pada tujuan diarahkan untuk memastikan
bahwa proses organisasi tersedia untuk memaksimalkan produktivitas karyawan,
tim, dan pada akhirnya, organisasi.
4. Kompensasi
(Compensation)
Sistem kompensasi yang dipikirkan dengan matang memberi
karyawan imbalan yang memadai dan adil atas kontribusi mereka dalam memenuhi
tujuan organisasi.
5. Keselamatan
dan Kesehatan (Safety and Health)
Keselamatan : Perlindungan
karyawan dari cedera yang disebabkan oleh kecelakaan terkait pekerjaan.
Kesehatan :
Kebebasan karyawan dari penyakit fisik atau emosional.
6. Hubungan
Karyawan dan Pekerja (Employee and Labor
Relations)
Ketika serikat pekerja mewakili karyawan perusahaan,
aktivitas sumber daya manusia sering disebut sebagai hubungan kerja, yang
menangani pekerjaan perundingan bersama. Hubungan karyawan internal terdiri
dari aktivitas HRM yang terkait dengan pergerakan karyawan dalam organisasi
seperti promosi, penurunan pangkat, pemutusan hubungan kerja, dan pengunduran
diri.
III. Metode
Peneliti menggunakan metode penelitian
deskriptif. Metode penilitan deskriptif adalah penelitian yang berusaha
mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Melalui
penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian
yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap
peristiwa tersebut (Dharma, 2008).
IV. Analisis
Mengacu
pada fungsi human
resources management yang diutarakan oleh Mondy (2006), pihak
manajemen SDM PT. AFI belum menjalankannya dengan baik.
Pertama dalam hal kepegawaian (staffing) dimana
manajemen SDM harus memastikan memiliki jumlah karyawan yang tepat dengan keterampilan yang
tepat dalam pekerjaan yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk mencapai tujuan
organisasi. Dalam hal ini PT. AFI sendiri memperkerjakan para buruh tidak
sesuai dengan jobdesc masing-masing
dan tidak memberikan hari libur, hal itu dilakukan semata-mata untuk mencapai
tujuan perusahaan namun tidak memperhatikan nasib para buruhnya.
Kedua fungsi
pengembangan SDM juga tidak dilakukan, manajemen SDM berfungsi untuk
perencanaan karir individu dan kegiatan pengembangan, pengembangan organisasi,
dan manajemen kinerja dan penilaian. Bagaimana pengembangan ini dapat dilakukan
apabila buruh pabrik dipaksa terus untuk bekerja tanpa hari libur tanpa adanya controlling dari
pihak manajemen SDM.
Ketiga manajemen kinerja, manajemen SDM memastikan bahwa proses
organisasi tersedia untuk memaksimalkan produktivitas karyawan, tim, dan pada
akhirnya, organisasi. Dalam hal ini buruh dinilai tidak dapat memenuhi
produktivitasnya sebagai tim dan organisasi, karena dalam proses bekerja dalam
pabrik pun mereka tidak diperhatikan oleh organisasinya sendiri.
Keempat adalah kompensansi yaitu memberi karyawan imbalan yang
memadai dan adil atas kontribusi mereka dalam memenuhi tujuan organisasi. Hal
ini sangat terlihat bahwa tidak dilakukan oleh PT. AFI, buruh yang bekerja
tidak diberikan upah yang sesuai dengan apa yang telah dilakukannya.
Kelima keselamatan dan kesehatan, mencakup perlindungan karyawan
dari cedera yang disebabkan oleh kecelakaan terkait pekerjaan dan kebebasan
karyawan dari penyakit fisik atau emosional. Banyak buruh yang mengeluhkan
kondisinya selama bekerja dan akibat kebocoran pipa asap di dalam pabrik PT.
AFI namun tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan, tidak diberinya BPJS
Kesehatan dan tidak diberinya alat-alat penunjang keselamatan selama bekerja
adalah bukti bahwa keselamatan dan kesehatan di dalam PT. AFI sangat tidak diperhatikan.
V. Kesimpulan dan Saran
Sumber:
Armstrong, M. (2006). A
handbook of human resource management practice. Kogan Page Publishers
Beer, M., Spector, B. A., Lawrence, P. R., Mills, D. Q.,
& Walton, R. E. (1984). Managing human
assets. Simon and Schuster.
Harris, L. C., & Ogbonna, E. (2001).
Strategic human resource management, market orientation, and organizational
performance. Journal of business research, 51(2),
157-166.
Kependidikan, D. T. (2008). Pendekatan, jenis,
dan metode penelitian pendidikan. Tersedia pada http://lpmpjogja.diknas.go.id/materi/fsp/2009-Pembekalan-Pengawas/25/
Mondy, W, R., & Martocchio, J, J. (2016). Human
resource management (Fourteenth edition). England: Pearson Education
Limited.
Salam, F., Nathaniel, F., & Widhana, D. H.
(2017, December 06). Es Krim Murah Aice: Menggandeng Para Seleb, Mengabaikan
Hak Buruh. Retrieved from https://tirto.id/es-krim-murah-aice-menggandeng-para-seleb-mengabaikan-hak-buruh-cA7i
Salam, F., Widhana, D. H., & Nathaniel, F.
(2017, December 07). Kondisi Kerja Buruh Aice Tak Semanis Iklan 'Have an Aice
Day'. Retrieved from https://tirto.id/kondisi-kerja-buruh-aice-tak-semanis-iklan-039have-an-aice-day039-cA7f
Komentar
Posting Komentar